Wednesday, 1 June 2016

Fakta Google

Tulisan Eagle Hair Club di film Despicable Me, Font-nya adalah karya Adien Gunarta, mahasiswa Komunikasi UNAIR.

A taste of the best rendang in Jakarta

 A taste of the best rendang in Jakarta
Intan Tanjung The Jakarta Post

 Jakarta | Wed, June 1 2016 | 11:56 am
 
  A portion of rendang at Simay restaurant.(Kompas/Sri Anindiati Nursari)

Rendang has stolen the world’s attention after CNN announced it as the "World’s Most Delicious Food". In Indonesia, the dish is very popular all across the country and can be found at any Padang restaurant. The dish, which originated in Padang, a city in West Sumatra, is known for its deep and succulent flavor of beef simmered in thick coconut milk and rich spices.
 
In Jakarta, the nomination for the restaurant with the best rendang may go to Warung Simay, which has won several cooking competitions, as reported by Kompas Travel.

Warung Simay, headquartered in Tanah Abang and operating two branches in West Palmerah and North Palmerah, received its first award in December 25, 2011, when the restaurant joined the Minang Food Festival held by UPTD Anjungan Sumbar TMII.

“There were 100 people in the competition, including Sederhana and Simpang Jaya ( two famous Padang restaurants in Jakarta ). Thankfully, we came out as the first winner,”  Meyyulis, owner of Simay restaurant, told Kompas. At that time, May presented three dishes, namely rendang, beef jerky and sampadeh ( spicy-sour ) fish.

One year later, she won the title ‘The Best in Migrant Category’ representing Jakarta in Rendang Padang Festival, that was held at Sumbar Cultural Park in Padang, West Sumatra.

Meyyulis' rendang has a bolder, spicier flavor and deeper reddish color. For the beef, she prefers the cow’s upper thigh, known as coconut beef, which has become her signature. 

“It is the hardest part to be processed. If using that part for rendang, the beef can be torn apart, but mine can't. That is the difference,” said May. 

Another standout food of hers is her beef jerky. May said her jerky is not tough, but crispy like crackers.

“I fry it twice, using special coconut oil,” she said. 

She explained that the secret to her cooking lay in the spices. All her food is cooked using only spices produced from one kitchen. 

“Nowadays there are a lot of Padang restaurants that use instant seasoning. I use an original recipe passed down to me,” May said. 

May started her business in the early 1980s selling ketupat Padang ( Padang rice cakes ) in Tanah Abang. In 1982 she decided to open a Padang restaurant, cooking rendang using her mother’s secret recipe.  

“My father is originally from Batusangkar, and my mother is from Pariaman. The dishes served in the restaurant are the result of the acculturation from the two places,” May said. 

Aside from rendang, there is also gajebo curry, goat curry and fish sampade.
During Ramadan, Simay will open daily for iftar before dusk until there's no more food to be sold. “We'll close when the food is finished,” May said. ( asw )

Museum Batak Balige

Belajar Cinta Sejarah ke Museum Batak Balige

Butartrip - d'Traveler - Rabu, 01/06/2016 11:25:00 WIB
detikTravel Community -  
Traveler wajib rasanya mampir ke Museum Batak di Balige. Di sini traveler bisa belajar untuk lebih cinta terhadap sejarah, seni, dan budaya Suku Batak.

Berkunjung ke Danau Toba dan kawasan Toba memang mengasyikkan. Selain menikmati panorama danau Toba yang terkenal dengan keindahannya, mempelajari budaya dari masyarakat Batak juga salah satu hal yang tidak bisa dilewatkan begitu saja, dengan berkunjung ke Museum Batak.

Museum Batak adalah sebuah lokasi dimana kita bisa menemukan berbagai replika artifak dan kebudayaan dari peradaban Batak di tanah Toba. Kemarin, seorang teman dari Filipina datang berkunjung ke tempat saya, untuk mengeksplorasi Danau Toba dan kawasan disekitarnya. Setelah asik bermain air di Danau Toba kemarin, hari ini saya membawanya untuk memperkenalkan budaya Batak melalui Museum Batak.

Museum Batak Berlokasi di Desa Pagar Batu, Kecamatan Balige, Kabupaten Tobasa, Provinsi Sumatera Utara. Museum Batak dibangun oleh Bapak TB. Silalahi, mantan menteri di era orde baru.

Museum Batak menjadi salah satu destinasi yang menyenangkan bagi setiap orang yang ingin mempelajari kebudayaan Batak dari awal peradabannya hingga saat ini. Keindahan yang ditawarkan bukan hanya berbagai artifak yang mengagumkan, namun dari Museum ini terlihat pemandangan Danau Toba yang memanjakan mata.

Secara umum, bagian museum terbagi atas dua bagian. Pertama, di dalam ruangan yang berisikan berbagai artifak dan peralatan orang Batak, mulai dari tataring (peralatan memasak), ulos (selendang/pakaian adat) hingga berbagai peralatan lainnya seperti tukkot (tongkat sakral), dan berbagai aksesoris yang bisa digunakan. Di luar ruangan terdapat beberapa replika rumah Batak yang didalamnya juga terdapat berbagai peralatan seperti alat tenun dan patung miniatur.

Di luar juga terdapat berbagai patung lainnya seperti kerbau dan papan catur yang merepresentasikan batak. Ditambah dengan angina sepoi-sepoi dan pemandangan langsung ke Danau Toba, menambah kenyamanan Museum ini.

Kami menghabiskan waktu sekitar dua jam untuk melihat berbagai macam hasil kebudayaan peradaban Batak. Secara eksplisit, teman saya mengatakan begitu puas dengan keindahan alam  Danau Toba dan berbagai hasil kebudayaan Batak yang kami lihat di Museum Batak.

Slank - ngeSlank Rame Rame (Official Music Video)